Pengertian Wudhu

 Apa itu wudhu ?

Secara Bahasa: Tawaddhoa Yatawadhou (kata kerja). Asal utamanya dari Dhoo a (kata kerja) artinya sinar, cahaya.  baik itu sifatnya materi yang terasakan -à Dhiyya a (Qs. Yunus: 5)

Jika ada penambahan huruf baik di tengah, di depan maupun di beakang itu ada penambahan makna.

Ada istilah metafor, cahaya disini pancaran kebaikan Ruhani atau aura positif. à Al husnu

Membersihkan bagian fisik luar supaya muncul kebaikannya disebut à An Nadhofah

Gabungan 3 istilah tadi menjadi Tawadhoa. Sifat Namanya disebut Wudhu.

Nama lainnya Thaharah(istilah umum) à bukan hanya membersihkan luarnya saja tapi dalamnya juga bersih. istilah spesifiknya yaitu Wudhu

Wudhu itu istilah islam/Syariah. Jadi tidak ada penggunaan istilah ini di agama lain. Begitu juga istilah iman dan taqwa.

Semua bagian tubuh yang dibasuh ketika wudhu merupakan bagian yang sering kita gunakan untuk interaksi. Harusnya orang wudhu bukan hanya bersih luarnya tapi bergugur juga dosanya di setiap kita basuh bagian tubuh yang dibasuh.

 

Apa Tujuan Berwudhu ?

Seperti halnya ibadah lain, wudhu juga memiliki tujuan. mustahil Allah memberikan perintah tanpa sebuah tujuan. Wudhu memiliki tujuan yaitu menghilangkan hadats kecil dan menjaga kemuliaan yang Allah berikan

Karena ketika berwudhu selain kotoran hilang juga orang tsb selalu menjaga diri dari dosa dosa.

Perempuan haid berwudhu itu boleh namun bukan untuk menghilangkan hadatsnya karena haid termasuk hadats besar namun wudu bisa menjaga kemuliaan yang Allah berikan.

“Tidak bernilai shalat seseorang bagi yang tidak berwudhu sebelumnya, dan tidak dinilai wudhu seseorang bagi orang yang tidak memulai dengan menyebut naman Allah”

Paling gampang ucapkan Bismillah. Merasa diawasi oleh Allah.

Golongan yang mukhlis: berusaha untuk ikhlas. Mukhlas: orang yang ditanamkan keikhlasan dalam dirinya. Orang yang selalu berusaha saat melakukan ibadah selalu dilihat Allah.

Surat Al Hijr ayat 40. Benteng terhindar dari setan.

Setan yang menganggu saat berwudhu: setan walhan.

Supaya wudhu kita berkualitas Rumusnya IHSAN.  Merasa dilihat oleh allah

Walaupun di artikel berbeda sudah dijelaskan tata acara berwudhu, di artikel ini akan dituliskan ringkasannya agar kita semakin ingat.

1.      Boleh niat mennggunakan Bahasa kita, boleh juga menggunakan Bahasa arab (Nawaitu……)

2.      Mulai dengan mengucapkan Bismillah, membuka keran tidak berlebihan. Boleh pakai bejana/gayung.

3.      Membersihkan telapak tangan (bagian SUNNAH) mulai dengan tangan kanan dan menyela jari sampai 3 kali. Lebih dari 3 itu maksiat.

4.      Mulai dengan berkumur-kumur (bagian SUNNAH)  bukan hanya memasukan air ke mulut namun mengeluarkan kotoran dari mulut. Bisa sambil menggosok gigi dengan jari (kumur-kumur kedua). Sebagian air dihisap kehidung. Istinyak: menguatkan. Kemudian dikeluarkan (istinhar). Lakukan sebanyak 3 kali. Namun jika air kurang tidak apa apa kurang dari 3 kali.

Melakukan kumur” dan istinyak boleh dipisah maupun dilakukan berbarengan.

5.      Wajah (bagian POKOK/WAJIB). membasuh wajah. Dalil (QS. Al Maidah: 6) Kalimat gashala berarti menumpahkan air ke wajah. apa Batasan wajah ?. wajah dimulai dari dahi, bawah telinga, wajah depan, sampai dagu.

6.      Tangan sampai siku (bagian POKOK/WAJIB). Ambil air tumpahkan dari tangan ke siku. Membasuhnya dari tangan ke siku.

Istilah tangan dalam Bahasa arab. Yad: seluruh bagian tangan, kaf: telapak tangan Rusgun: pergelangan telapak tangan Mirfaq: tangan sampai siku jamaknya Marafiq

7.      Kepala (bagian POKOK/WAJIB). Masaha artinya mengusap. Maksudnya airnya ditumpahkan dulu baru diusapkan. beda dengan Ghasala. Apa yang diusap?. Ruus itu kepala. Uniknya redaksi di surat ini menggunakan ba. Yang artinya tidak perlu mengusap semua kepala. Boleh mengusap sebagian kepala batasnya sampai ubun-ubun.

Usap kepala sampai ke belakang

Kaki sampai kedua mata kaki (POKOK/WAJIB). pastikan kotoran di sela sela kaki dan jari jempol kaki dihilangkan.

 

3. Doa selesai Wudhu

"Allahumaj ‘alni minattawabina  waj‘alni minalmutathahirin"

 

Selesai wudhu kok doanya tobat.? Tobat adalah Proses kembali menuju ketentuan Allah dengan cara mengakui kesalahan yang dikerjakan, menyesali, dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Yang dibuktikan dengan meningkatnya amal sholeh

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa selesai berwudhu kita membaca doa yang isinya pertaubatan. Jawabannya karena bagian yang kita basuh adalah anggota tubuh yang sering digunakan untuk interaksi dan bagian itulah memiliki potensi timbulnya dosa. oleh karena itu ketika berwudu rasakan apa yang salah pada anggota badan kita. Mulut apakah sudah sesaui dengan ketetntuan yang Allah berikan.

Thaharah: bersih luarnya suci dalamnya. Thahir: orang suci. Masalahnya tidak ada orang yang suci di dunia ini. orang yang selalu berusaha mensucikan diri disebut mutathahirin.

 

Sumber: Ceramah Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

 

Semoga Bermanfaat 

Manhaj dan Madzhab Apa bedanya ?

 Apa sih Perbedaan Manhaj dan Madzhab ?

Rangkuman Kajian Ustadz Adi hidayat


Perjalanan Fiqih
 

Apa itu Hadits ?

Pengajaran yang berlangsung dari nabi à Hadits dan Sunnah

Apa yang dimaksud manhaj salaf ?

Kita sendiri sering mendengar kata manhaj.apa sih manhaj itu. Secara bahasa, Manhaj: asal katanya jalan yang jelas menuju ke Nabi Muhammad SAW. Sedangkan salaf secara bahasa yaitu dulu, lama dalam bahasa arab.

Lantas kalau salafus shalih itu apa ?

Sesuatu yang baik dan dekat dengan Allah: shalih

Orang-orang yang menghimpun ajaran-ajaran nabi di kitab mereka sampai tahun 200H itu disebut salafus shalih.

Perjalanan Fiqih


Banyak yang menghimpun ajaran Rasulullah namun hanya 4 salaf yang lengkap dan rapih catatannya. siapa saja mereka yaitu imam malik, imam syafii, imam hanafi, dan imam hanbal

Orang yang mengikuti 4 salaf ini disebut SALAFI. Kalau banyak salafiyun.

Salafi itu bukan aliran. 

Apa Itu Madzhab ?

Memilih salah satu (condong)hadits yang berasal dari nabi itu disebut maa dzahaba ilaihi. Disingkat menjadi madzhab.

Madzhab maliki artinya pilihannya imam maliki dan begitu juga dengan madzhab imam-imam lain.

 

Perjalanan Fiqih

 

Sumber: Ceramah Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA- Perlukah Bermadzhab 

Semoga bermanfaat

Tata Cara Berwudhu

Bagaimana Cara Berwudhu ?

Berwudhu
Sumber: https://unsplash.com/photos/UFKhfJiAuiw


“Jika kalian ingin menyempurnakan shalat, maka mulailah dengan menyempurnakan wudhu” Ada keterkaitan antara wudhu dengan sholat, jika dalam berwudhu tidak sempurna pasti akan berdampak pada ke tidak sempurnaan shalatnya.

“tidak akan pernah diterima shalat seseorang yang mempunyai hadas sebelum ia berwudhu dengan sempurna” (HR. Muslim no 225). 

 

1. Mengatasi was was

“Tidak bernilai shalat seseorang bagi yang tidak berwudhu sebelumnya dan tidak dinilai wudhu seseorang bagi orang yang tidak memulai dengan menyebut nama Allah Swt”

Was was itu timbulnya dari syaithan walhan untuk menghilangkan was-was maka Mulailah berwudhu dengan mengucapkan Basmallah. Mengucapkan basmalah dengan tidak mengucapkan basmalah ketika memulai wudhu akan berbeda dampaknya. Namun Jika kita sudah mengucapkan basmalah tapi masih ada was was dalam diri kita, itu pertanda bahwa bacaan kita belum meresap dalam hati. Selain itu kita juga harus merasakan bahwa dalam membaca basmallah, kita sedang diawasi oleh Allah SWT dengan begitu mustahil bagi kita untuk berbuat kesalahan dalam berwudhu. Dengan begitu syaithan tidak akan mampu menganggu bagi orang orang yang merasa dekat dengan Allah SWT.  Orang-orang ini disebut mukhlas yang selalu berusaha ketika beribadah merasakan bahwa dirinya diawasi oleh allah Swt. 

 

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Siapkan air dan bersihkan kedua telapak tangan dengan cara menyela jari-jari tangan dengan air sebanyak 2- 3 kali, jangan lebih dari itu karena jika berlebihan dia telah bermaksiat menyalahi ketentuan nabi. Gunakan air secukupnya

 

3. Berkumur-kumur

            Ambil air dengan tangan lalu masukkan air ke mulut kemudian hirup air sedikit (istinyak) ke hidung lalu kumur kumur sambil menyikat nyikat gigi agar kotoran di gigi dan mulut keluar. Bersamaan dengan itu keluarkan air di hidung dengan cara istintsar (mengeluarkan dengan kuat).

Membersihkan kedua telapak tangan dan berkumur-kumur termasuk sunnah (dikerjakan mendapat pahala ditinggalkan tidak apa-apa), namun jika air yang tersedia kurang cukup dapat langsung ke bagian pokok dalam berwudhu.

 

4. Membasuh wajah

            Ambil air dengan kedua tagan lalu tumpahkan air ke wajah. Batasan wajah yang dimaksudkan ialah dari dahi turun ke bawah bagian depan/ tampak depan wajah sampai ke ujung mata termasuk bagian belakang telinga lalu sampai ke dagu [jika mempunyai jenggot selai jenggot tersebut] dengan 1 kali usapan/tidak mengambil air lagi.

 

5. Membasuh tangan sampai siku

            Ambil air dengan kedua tangan lalu tumpahkan air itu ke tangan (bagian luar) dari ujung jari sampai siku dengan membasuhnya lalu turunkan kembali air tersebut. Lakukan 3 kali sampai airnya merata

 

6. Membasuh kepala   

Ambil air dengan kedua tangan lalu tumpahkan air tersebut dan usaplah kepala dengan kedua tangan dari depan kepala sampai belakang lalu usap balik ke depan sekaligus membasuh telinga dengan cara mengusap menggunakan ibu jari di bagian dalam dan jari telunjuk dibagian luar. Hal ini dapat dilakukan dengan satu kali pengambilan air ataupun membasuh kepala dahulu lalu mengambil air lagi untuk membasuh telinga.

Bagi orang yang mempunyai luka di bagian kepala ataupun bagi wanita yang berwudhu di muka umum maka boleh membasuhnya di sebagian kepala batasnya di ubun ubun.

 

7. Membasuh kedua telapak kaki dan kedua mata kaki

     Dalam membasuh kaki dan kedua mata kaki dibagi menjadi 3 bagian yaitu 

1. Ambil air lalu basuh sela sela jari kaki dengan cara mengusapnya menggunakan jari tangan   (kelingking)

2. Ambil air lalu basuh bagian luar kaki dengan cara mengusapnya sampai mata kaki

3. Ambil air lalu ratakan keseluruhan kaki dan kedua mata kaki.

Setelah berwudhu maka hal yang harus kita lakukan yaitu berdoa

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

Asyhadualailahailallah wa asyhaduanna Muhammadaarrasulullah Allahumaj’alni minnattawabina wa’alni minalmutathahirina waj’alni min ibadikasshalihin.

 

Sumber: Ceramah Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Zakat Fitri atau Zakat Fitrah ?

 Zakat Fitri atau Zakat Fitrah manakah yang benar ?

Di akhir-akhir Bulan ramadhan dan Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri kita diwajibkan untuk menunaikan zakat. Zakat ini dikeluarkan oleh muslim yang mampu memenuhi kebutuhan hidup dasar dan keluarganya. Zakat fitri atau fitrah akan diserahkan kepada 8 golongan seperti yang disebutkan pada surah At taubah ayat 60 yaitu fakir, miskin, riqab (hamba sahaya), Gharim atau gharimin (orang yang memiliki hutang), mualaf, fi sabilillah, ibnu sabil dan amil.

Penamaan zakat yang dilaksanakan sebelum hari raya idul Fitri ini pun berbeda-beda di kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang menyebutunya zakat fitrah ada pula yang biasa menyebutnya zakat fitri. Lantas mana yang benar ?.

Zakat fitri/fitrah memiliki dua komponen kata yaitu zakat dan Fitri/fitrah

Zakat sendiri memiliki banyak makna, salah satunya:

1. Ashidqi wannama: orang yang zakat dia telah menunjukkan kebenaran imannya kepada Allah. Zakat dimaksudkan Allah Subhanallahu wata’ala untuk menguji manusia benar atau tidak iman mereka.

Zakat disebut shodaqoh: pembenaran iman. Jika ada orang yang mampu namun memilih tidak berzakat berarti ada permasalahan dalam imannya.

Annama berarti tumbuh dan berkembang. Orang yang zakat itu hartanya tidak berkurang tapi akan Allah tambahkan baik berupa rezeki materi maupun akan ditambahkan Allah berupa Kesehatan dan lainnya.

Dalil Orang yang berzakat mendapatkan limpahan pahala berlebih dibandingkan orang yang belum mampu berzakat.

Qs. 6: 160 à minimal 10 kali lipat akan dibalas

Qs. 2: 261 àmiimal 700 kali lipat

2.   Athahiir: sesuatu yang menyucikan dan membersihkan kotoran

Qs. 91: 9 à orang yang menyucikan diri (zaka)

Qs. 9: 103

Orang yang cenderung membersihkan hatinya cenderung Bahagia. Tidak dengkià bahagia

Kita tadi telah membahas makna zakat, paragraf dibawah ini kita akan membahas kata kedua yaitu fitri

Zakat masih umum jika digabungkan dengan fitri maka menjadi khusus

Zakatun fitri

Fitrun senafas dengan kata futur atau iftar yang berarti makan.

Fitrun: Makanan yang dikonsumsi di awal waktu. Sunnahnya sebelum shalat idul fitri, seorang muslim itu makan terlebih dahulu agar mengisyaratkan bahwa puasa sudah selesai. Hari pertama di bulan syawal I’dul fitri

Secara bahasa I’ed artinya Kembali sedangkan Fitri artinya makan. Jika digabung artinya makan Kembali ini mengisyaratkan bahwa puasa sudah selesai

Fitrah berbeda dengan fitrun. Jika Fitrun berupa makanan/fisik sedangkan Fitrah: metafisik

Fisik butuh makanan (fitrun)

Fitrah pun butuh makanan lantas bagaimana makananannya ? makanan bagi fitrah yaitu perbuatan baik seperti (memberi, jujur, berkata baik)

Sehingga penggunaan zakat fitri dan zakat fitrah sama sama betul.

Zakatul fitri: zakat yang berkaitan dengan makanan

Zakatul fitrah: fungsi zakatnya ketika dikeluarkan cenderung melatih dan mengembalikan kita  ke (fitrah) perbuatan yang baik

 Semoga bermanfaat

 

Sumber: Ceramah Ustadz Adi Hidayat program Aku Suka Ramadhan dengan judul Rahasia Zakat Fitri. 

Tidak lagi

  7 November 2025 Ironi memang seseorang yang datang di kehidupanku, aku menyukainya dan sudah kusampaikan padanya. Tepat di tanggal ini...