Hidup murah, hemat dan ecofriendly di Jakarta
Siapa bilang hidup di Jakarta iu mahal. Ternyata kita bisa loh hidup murah dan hemat disini. Selain murah dan hemat kita juga dapat mengefisiensikan waktu dalam beraktivitas serta turut membantu menjaga bumi kita menjadi lebih baik. ingin mengetahui bagaimana pengalaman saya hidup murah, hemat dan ecofriendly di Jakarta ?
Pertama perihal makanan. tentunya kita sepakat bahwa makanan adalah kebutuhan primer manusia. dan selalu menjadi pertanyaan umum ketika kita ingin berencana tinggal di suatu tempat, berapa sih biaya makan di kota A. ternyata tinggal di Jakarta kita dapat menghemat pengeluaran dalam hal makan. Bagaimana caranya, kita hindari membeli makanan jadi tetapi beli lah bahan-bahan makanan alias kita masak bahan makanan itu sendiri. Memang kalau kalian semua makan makanan jadi, harganya lumayan mahal namun kalian bisa beli bahan makanan lalu mulai masak sendiri. Saya mencoba membandingkan harga Satu tempe berbungkus daun pisang di Bogor dan di Jakarta. Ternyata harganya sama yaitu Rp.5000. Tempe seharga Rp.5000 itu bisa dimakan 1- hari. Saya juga mencoba membandingkan harga pisang ambon satu sisir di Bogor dan Jakarta ternyata harganya lebih murah di Jakarta, kalau di Bogor Rp.15000 sedangkan di Jakarta kita hanya merogoh kocek sebesar Rp.10000. Tentunya dengan catatan kita membelinya di pasar bukan di super market.
Selain
perihal makanan, moda transportasi di Jakarta juga sangat sangat murah, tidak
sulit menemukannya dan nyaman tentunya. Kita tidak perlu membeli kendaraan pribadi
seperti motor ataupun mobil untuk berpergian kita cukup menggunakan fasilitas
transportasi umum yang biayanya sangat murah. Contohnya kita bisa menaiki
busway dan mikrotrans jaklingko (trans Jakarta) ataupun KRL. Selain murah
menggunakan moda transportasi yang disediakan dinas perhubungan Jakarta ini
kita bisa menghindari kemacetan yang menguras banyak waktu. Bayangkan jika kita
menggunakan kendaraan pribadi butuh banyak waktu untuk mencapai tujuan di
Jakarta karena banyaknya kemacetan. Bukan hanya waktu yang terkuras namun
tenaga juga karena kita butuh energi mengendarainya. Kita juga bisa
berisitirahat di kendaraan umum dengan tidur di kursi namun dengan catatan
jangan sampai barang kalian berpindah tangan atau juga kalian terlewat dari
tujuan. Biaya menaiki transjakarta hanya Rp.5000 saja. dan biaya KRL tidak
lebih dari 1000 bergantung pada stasiun mana yang kita tuju. Dari segi ekonomi
menggunakan moda transpotasi umum lebih menghemat uang, selain itu dari segi
lingkungan ketika kita menggunakan transportasi umum kita juga dapat mengurangi
polusi udara, dan berkontribusi dalam meminimalisir kemacetan.